Tips memilih jarum jahit

   
Jarum jahit

Tips memilih jarum jahit

     Berbicara tentang menjahit, tentu tidak bisa lepas dari yang namanya jarum jahit, khususnya jarum jahit mesin kecil. Terlihat sepele memang atau mungkin anda malah berpikir jarum jahit saja pakai di bahas segala, tinggal beli aja beres kan. Benar, anda tidak sepenuhnya salah, tapi sebenarnya ada hal-hal menarik yang bisa kita bahas seputar jarum jahit loh.

     Jeli dalam memilih jarum jahit untuk proyek jahitan anda, merupakan hal yang sangat penting. Pemilihan jarum jahit yang salah bisa berakibat
hasil jahitan yang jelek, merusak bahan hingga proyek jahitan anda akan gagal.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda perhatikan seputar jarum jahit :
  1. Periksa dan cocokkan dengan jenis mesin jahit anda.
Ingatlah untuk selalu memeriksa tipe mesin jahit anda. Mesin jahit dinamo kecil dan besar berbeda tipe jarum jahit yang digunakan, begitu juga dengan mesin obras dan neci, jarum jahitnya akan berbeda dengan jarum jahit mesin biasa. Seingatku untuk mesin jahit obras kodenya DC, mesin bordir kodenya DB, jangan sampai salah membeli.
  2. Belilah jarum jahit yang paling bagus
Pertama aku ingin mengingatkan, meskipun harga jarum jahit itu tidak seberapa mahalnya, tetapi ada juga produk palsunya lho, jadi pastikan anda membeli jarum jahit di tempat yang dipercaya atau tempat langganan anda. Biasanya jarum jahit (isi 10) dikemas dalam bungkus kertas warna hijau, nah sebelum anda bayar, coba cek dulu isinya, ada beberapa kasus yang jarumnya itu bengkok. Selain mudah bengkok/patah jarum palsu biasanya cepat tumpul dan lubang benangnya lebih kecil dari yang biasa sehingga sangat susah untuk memasukkan benang kedalam jarum.
Contoh merk jarum jahit
Ada beberapa merk jarum jahit yang sering saya gunakan. Sebagai contoh saya biasa menggunakan merk butterfly dan 555. Untuk harga, merk 555 lebih mahal daripada butterfly. Harga 555 = Rp.7000-7500 sedangkan harga butterfly Rp.2500-3000. Selisih harga yang jauh itu tentu menunjukkan kualitas/perbedaan dari kedua merk jarum jahit itu, aku biasa menggunakan jarum jahit 555 untuk menjahit bahan yang “mahal” seperi kain sutra, dll. Untuk bahan katun dll, jarum jahit merk butterfly sudah cukup bagus kok, jadi tidak perlu membeli jarum yang lebih mahal.
  3. Jenis jarum jahit yang digunakan haruslah sesuai dengan ketebalan bahan.
Jarum jahit juga memiliki ukuran, berikut ini adalah beberapa ukuran yang sering saya pakai :
=> 9 & 11 : untuk bahan yang tipis,seperti sifone dan satin
=> 13 & 14: untuk bahan katun dengan ketebalan medium
=> 17 & 18: untuk bahan tebal seperti bahan denim
4. Jika anda telah membeli jarum jahit yang pas dengan tipe mesin jahit anda dan jarum jahit yang bagus kualitasnya, jangan lupa untuk memilih benang yang bagus dan cocok juga.

2 komentar: